Polda Jatim Ungkap Kasus Pelaku Dugaan Tindak Pidana ITE

Surabaya, Jurnalisinfo.net- Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) telah berhasil bongkar khusus dugaan penipuan dan pemerasan melalui Aplikasi Tantan dengan 1 tersangka yang di ringkus insial MFF asal Darmo lndah Timur Blok S-6 RT 5/ RW 6 Kelurahan Tandes.

Press Release tersebut berlansung di gedung Humas baru, di hadiri Kapolda Jatim lrjen Pol. Dr. Toni Harmanto, MH., Wakapolda Jatim Kabidhumas, Dirreskrimsus, Kabidlabfor, Kabag. Jatinter Divhubinter, Kabidpropam dan jajarannya pada Rabu, 19/4/2023.

Kapolda Jatim lrjen Pol. Dr. Toni Harmanto, MH, mengatakan, bahwa pekerja imigran ini di eksplortasi dan dijanjikan iming – iming dinikahi, oleh pelaku yang mengaku sebagai pengacara guna untuk mendekati korbannya dan kemudian melakukan persetubuhan tapi di rekam.

“Bahkan korban juga, di takut-takuti oleh tersangka, diperas di mintai uang meresponing 16 orang. Kemudian ada juga korbannya malu-mau untuk melaporkan peristiwa itu. kita juga kolaborasi dengan mitra kita disana untuk mencari tau korban-korban yang lain biar bisa kita proses,”ujar Kapolda.

Ditempat yang sama, Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol. Farman, SIK, MSi, juga memaparkan, bahwa dibulan November 2022. pelaku berkenalan dengan korban melalui aplikasi pencarian jodoh TANTAN, untuk menyakinkan korban. Pelaku mengaku sebagai pengacara, lalu mendekati pihak keluarga korban dengan mendatangi ayah korban.

“Peristiwa ini di akhir Januari 2023, pelaku nemui korban sebagai TKW di Hongkong dengan alasan bisnis, kemudian tanggal 4 Februari 2023 bertempat di Hotel Tsim Sha Tsui Hongkong. tersangka berinisial MFF mengajak korban bertemu dan melakukan hubungan badan, setelah selesai hubungan intim, tersangka merekam dan mengambil foto korban dalam keadaan bugil dengan alasan untuk disimpan apabila tersangka berjauhan dengan korban”,beber Dirkrimsus Polda.

“Adapun korban minta ke tersangka untuk menghapus foto dan video tersebut namun tidak dilakukan, bahkan tersangka meminta sejumlah uang ke pada korban dengan alasan pinjaman modal usaha toko di Hongkong dan akan dikembalikan jika sudah ada uang ataupun usaha sudah berjalan,”beber nya dari keterangan korban.

Lanjut Dirkrimsus, menerangakan, bahwa Alhasil korban mengajukan peminjaman di lembaga peminjaman di Hongkong yakni, Prime Finance HKD 20.000, Publick Financa HKD 10.000, HS Finance HKD 21.000, TC Finance HKD 7.000, Rich Finance HKD 2.496 dengan total HKD 60.496 atau senilai Rp. 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah). Uang sejumlah HKD 60.496 atau senilai Rp. 120.000.000.00 (seratus dua puluh juta rupiah) tersebut tidak dikembalikan oleh pelaku dan saksi, dan setelah mendapatkan informasi bahwa di Hongkong banyak korban dari tersangka bergabung dengan group tersebut, sehingga membuat tersangka marah,”imbuhnya.

Tidak hanya disitu, Dirkrimsus juga menyampaikan, bahwa akhir Januari 2023 sampai dengan Maret 2023, selain menemui korban EN, tersangka juga menemui beberapa perempuan yang diduga jadi korban dari tersangka yakni diantaranya, MSY, SMI, dan SPT. tersangka juga menerima uang dari MSY sejumlah HKD 9.000 dari SMI sebesar HKD 16.000.

“Ada beberapa korban lain yang saat ini berada di Hongkong sudah melapor melalui kuasa hukumnya yakni, AD. kerugian HKD 45.500 atau setara Rp. 81.000.900,00 (delapan puluh satu juta sembilan ratus rupiah), kemudian korban YA, kerugian “hamil”, untuk TRC, kerugian foto/video telanjang korban tersebar. Selanjutnya korban SMR, kerugian HKD 53.400 atau setara Rp. 96.000.000,00 (sembilan puluh enam juta rupiah). IN, kerugian HKD 14.000 atau setara 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah), SPYN, kerugian “hamil” dan keguguran”, HKD 2.400 atau setara Rp. 4.300.000,00 (empat juta tiga ratus ribu rupiah),” katanya lagi.

“Barang bukti berhasil diamankan, 1 (satu) buah handphone merk Samsung Galaxy A03 warna hitam, dan 1 (satu) buah SIMcard, 1(satu) handphone Oppo Reno 6, warna rainbow, kemudian 1 (satu) buah pasport , juga 1 (satu) unit buku tabungan Bank BNI, 1 (satu) buah ATM BCA paspor platinum, 1 (satu) buah ATM BCA paspor blue, 1(satu) buah ATM BRI, 1 (satu) buah kartu kredit dari Hongkong. dan 1 (satu) buah kartu perdana Kartu As, 1 (satu) bendel Dokumen tiket penerbangan, serta Uang tunai senilai Rp. 20.700.000,00( dua puluh juta tujuh ratus ribu rupiah). Nantinya bila mana ada korban-korban yang lain belum terdata dan akan melapor, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Membuka HOTLINE pelaporan korban”KH alias MFF” di Nomor 08119971996

Para tersangka tersebut, menurut Dirkrimsus Firman, bakal dijerat, Pasal 27 Ayat(1) Jo Pasal 45 Ayat(1) dan/atau Pasal 27 Ayat (4) Jo Pasal 45 Ayat(4) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman paling lama 12 (dua belas tahun penjara)”,pungkas.

(Red/Dyah)