Pemerintah Lalai, Jalan Berlubang Memakan Korban, Setiap Hari dilalui Bupati dan Pejabat ‎

Tulang Bawang Barat, Jurnalisinfo.net–Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat dan Pemerintah Provinsi Lampung dinilai lalai membiarkan jalan berlubang, akibat dari jalan berlubang tersebut salah satu warga menjadi korban kecelakaan.

Padahal, Jalan protokol di Brebes Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat itu menuju ke kantor Pemda Kabupaten setempat yang setiap harinya di lalui oleh Bupati, Wakil Bupati, DPRD serta pejabat setempat.

Selain berlubang, jalan tersebut nampak keriting sehingga rentan mengakibatkan kecelakaan para pengendara khususnya roda dua.

‎Di tengah malam yang masih menyisakan gerimis pasca-hujan Lebaran, jalanan tampak licin dan gelap. Minimnya penerangan memperburuk situasi, sementara genangan air menutupi lubang-lubang yang mengancam keselamatan pengendara.

‎Korban berinisial N (51) mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke dalam lubang yang tertutup genangan air hujan. Peristiwa itu terjadi di tengah kondisi jalan yang minim penerangan dan jarak pandang yang terganggu akibat gerimis pada Sabtu sekira pukul 11.00 wib (21/3/2026).

‎Suami korban, H (35), menuturkan bahwa kejadian bermula saat momen hari pertama Lebaran. Ia bersama keluarga sempat bersilaturahmi ke rumah orang tua.

‎“Hari pertama Lebaran kami sekeluarga main ke rumah ibu yang ada di Tiyuh Panarangan. Setelah bersilaturahmi dan sungkem serta minta maaf kepada orang tua, agak siangan saya pulang ke rumah, sedangkan istri saya masih di rumah orang tua. Sore harinya hujan sampai larut malam,” ujar H, Minggu (22/3/2026).

‎Ia mengaku sempat menyarankan sang istri untuk bermalam di rumah orang tua demi menghindari resiko perjalanan malam di tengah cuaca buruk.

‎“Saya bilang ke istri saya, nginep saja di kampung soalnya hujan, sekalian nemenin ibu. Namun istri saya nekat pulang larut malam sekitar pukul 23.00 karena hujan sudah reda, meski masih gerimis kecil,” jelasnya.

‎Menurut H, kondisi jalan yang tergenang air membuat lubang tidak terlihat. Ditambah lagi, gerimis menyebabkan jarak pandang berkurang.

‎“Lubang ketutupan air hujan. Akibat masih gerimis kemungkinan bikin jarak pandang istri saya terganggu. Akhirnya motor yang dikendarai istri saya masuk lubang yang cukup dalam,” katanya.

‎Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan medis.
‎“Istri saya mengalami luka yang cukup serius, tangan dijahit lima jahitan dan bagian muka lima atau enam jahitan,” ungkap H dengan nada prihatin.

‎Peristiwa ini kembali memantik keresahan warga terkait kondisi jalan rusak yang telah lama dikeluhkan namun belum mendapat penanganan maksimal. Lubang-lubang di badan jalan bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan, terutama saat malam hari dan musim hujan.

‎H mewakili keluarga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya.

‎Kerusakan jalan umumnya dipicu oleh beban kendaraan berlebih, faktor cuaca, serta minimnya pemeliharaan rutin. Masyarakat mendesak agar perbaikan jalan protokol menjadi prioritas utama. Mereka berharap ada langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa. Selain itu, perhatian serius dari pihak terkait dinilai penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, khususnya di titik-titik rawan yang selama ini luput dari penanganan. ( Jn )