100 San Warga Desa Biring Ereng Gelar Aksi Depan Polres Pangkep. Ini Sebabnya

PANGKEP, jurnalisinfo.net – Rabu 22/05/2024, Warga masyarakat Desa Biring ereng mengadakan aksi depan Polres Pangkep terkait dugaan pengancaman dengan senjata tajam oleh oknum kepala desa sendiri.

Aksi warga tersebut di hadiri kurang lebih tiga ratus orang, meminta Kapolres Pangkep untuk melakukan tindakan terhadap sawir selaku kepala desa Biring Ereng yang diduga telah melakukan pengancaman senjata tajam.

Selain itu, warga desa Biring Ereng juga menyampaikan beberapa pernyataan sikap terhadap Polres Pangkep pernyataan sikap tersebut bunyinya,

Temukan cctv sebagai barang bukti rekaman kejadian penyebab keributan.
Amankan pelaku pengancaman dengan senjata tajam. Jangan pelapor, diminta barang bukti.

“Kami masyarakat tidak punya wewenang seperti kewenang Polisi dalam permintaan aksi yang di sampaikan, warga.

Dilain tempat, beberapa awak media menyambangi loyer (Penasehat Hukum) dari si pelapor untuk di mintai konfirmasi kronologi awal mula terjadinya penyebab keributan.

Ia menjelaskan, sebenarnya begini menurut klien saya, dia dari acara beserta rombongan temannya, setelah itu klien saya lewat depan rumahnya sawir kepala desa langsung keluar menghadang klien saya menggunakan senjata tajam berupa Kris. Dan bukan hanya Kris yang dia todongkan tetapi kepala desa lagi masuk di dalam mobilnya untuk mengambil lagi sebilah cekel dan itu cekel semacam tongkat komando tapi dia tidak pakai sarung.

“Setelah menghadang klien saya, pak desa pun melontarkan kata-kata kotor terhadap klien saya (telaco ini semua) lalu terjadilah keributan pada saat itu, dan yang anehnya lagi klien saya dilaporkan terkait kasus dugaan pengeroyokan,” terangnya.

Setelah klien saya di laporkan ke pihak Polres Pangkep dugaan pengeroyokan, klien saya langsung di amankan Polisi. Sesuai bukti rekaman cctv yang terpasang di depan rumah sawir (kepala desa) yang di dapat oleh pihak kepolisian

Kemudian, setelah kami dengar pak desa melapor di kantor Polisi. Hari itu juga kami laporkan pak desa dugaan melakukan Pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap klien saya. Tetapi, setelah di lakukan penyelidikan bukti-bukti tersebut di nyatakan hilang oleh pihak kepolisian dan Kepala Desa Biring Ereng.

“Disini kami juga menduga adanya kongkalikung terhadap penyidik dengan pak desa,” ujar Zul Alidin Bagenda Ali S.H (Penasehat Hukum).

Setelah awak media mendengar kronologi tersebut langsung menyambangi pihak kasat Reskrim untuk meminta konfirmasi terkait hal tersebut. Setelah sesampai di ruangan ternyata kasat Reskrim tersebut tidak ada di ruangannya.

Berita ini di naikan, karena tidak memperoleh keterangan dari Kasat Reskrim terkait dengan kronologis tersebut. (Tim).