Ketua Panitia Menyanggar Resmi Polisikan Mantir Adat Desa Dirung Pundu ke Polsek Laung

Murung Raya, jurnalisinfo.net – Merasa tercemar nama baik keluarga, Ketua Panitia Ritual Meyanggar Desa Dirung Pundu, Kecamatan Laung Tuhup, Susanto bersama kuasa pendamping ketua Bain Ham Kalteng, Fahriadi, NF.ML dan Hermanus Bam Ampar resmi melapor balik Mantir Adat Desa Dirung Pundu ke Polsek Kecamatan Laung Tuhup lantaran merasa dirugikan.

“Kemaren saya bersama kuasa pendamping resmi melaporkan balik Mantir Adat An. Tuni ke Polsek Laung Tuhup agar di proses hukum karena saya dan keluarga merasa tercemar nama baik oleh Mantir Adat itu,” ungkap Susanto saat di konfirmasi awak media, Selasa (8/8/2023).Menurut Susanto mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Mantir Adat terhadap dirinya itu merupakan tuduhan tanpa dasar yang cukup sehingga pihaknya melapor balik bersama kuasa pendamping.

“Saya melapor balik itu Mantir Adat itu lantaran saya di lapor terlebih dulu ke Polsek. Dalam laporanya saya dituduh dalam pelaksanaan Ritual Menyanggar pada 1 Juni 2023 kemaren menyimpang dari kesepakatan awal,” terang Susanto.

Padahal lanjut Susanto, sejak awal sebelum di mulai Ritual Menyangar pihaknya bersama tokoh adat tokoh agama termasuk juga Mantir Adat itu sendiri telah sepakat melaksanakan bersama Ritual di Desa Dirung Pundu hingga sampai selesai. Namun sangat disayangkan setelah selesai acara Ritual di lapor.

“Atas laporan Mantir Adat itu tentu saya selaku Panitia penyelanggara merasa tercemar nama baik dan keluarga saya sehingga saya lapor balik,” bebernya.

Sementara itu, Fahriadi Ketua umum Bain Ham Kalteng selaku kuasa pendamping juga membenarkan bahwa Mantir Adat Desa Dirung Pundu atas nama An. Tuni resmi di lapor balik ke Polsek Laung Tuhup atas tuduhan tanpa dasar.

“Saya berharap kepada Kapolsek segera melakukan pemanggilan dan proses hukum Mantir Adat itu karena klien kami merasa di cemar nama baik dan juga keluarganya oleh Mantir Adat itu,” harap Fahriadi.

Menurut Fahriadi, menerangkan, laporan yang di sampaikan ke Polsek Laung Tuhup itu lengkap bukti diajukan pihaknya, bahwa Mantir Adat itu terlibat juga menerima uang Transportasi. Jadi jangan cuba- cuba menuduh klien kami tanpa dasar,” tegas ketua bain ham.

Saat di tanya awak media terkait laporan yang di ajukan ke Polsek Laung Tuhup itu, Fahriadi selaku kuasa Pendamping tidak bisa menjelaskan secara rinci karena sudah di serahkan kepolsek.

“Terkait dengan laporan kilen kami itu, mohon maaf saat ini kami tidak bisa menjelaskan secara rinci oleh karena sudah di serahkan semua berkas ke Polsek Luang Tuhup. Jadi kita tunggu saja proses lebih lanjut, ” pungkas kuasa pandamping. (Tim-Red).